Panduan Operasional Fundraising · Ragom Foundation

Alur Kerja & SOP Penawaran Program CSR

Panduan praktis untuk membangun kemitraan CSR dengan klinik, rumah sakit, dan jejaring layanan kesehatan—mulai dari pemetaan prospek sampai pelaporan dampak.

Target utama: Klinik & Rumah SakitVersi 1.0 · 26 Oktober 2026Dokumen kerja internal

1. Tujuan, ruang lingkup, dan prinsip kerja

Tujuan SOP ini adalah membuat fundraising berjalan konsisten, terukur, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat—bukan sekadar mengirim proposal sebanyak-banyaknya.

Tujuan operasional

  • Menghasilkan prospek perusahaan yang relevan.
  • Mengubah percakapan menjadi pertemuan dan rancangan kolaborasi.
  • Mengamankan komitmen dukungan tertulis dan sumber daya.
  • Memastikan program, dana, dan hasil dilaporkan.

Prinsip wajib

  • Berangkat dari kebutuhan masyarakat dan prioritas mitra.
  • Transparan mengenai anggaran, keluaran, dan batas kemampuan.
  • Tidak menjanjikan dampak yang belum bisa dibuktikan.
  • Melindungi privasi, martabat, dan keselamatan penerima manfaat.
Standar layanan: setiap prospek memiliki PIC, status pipeline, tindak lanjut berikutnya, tanggal tindak lanjut, dan catatan komunikasi di CRM atau spreadsheet bersama.

2. Peta program dan pilihan penawaran

Materi publik Ragom Foundation yang ditemukan menempatkan lembaga pada ranah pendidikan, pemberdayaan masyarakat, aksi kemanusiaan, pengelolaan dana sosial, penghimpunan donasi, kurban, berbagi untuk dhuafa, dan beasiswa. Rujukan awal: halaman CSR Ragom Foundation.

Penting sebelum proposal dikirim: tim program harus mengonfirmasi daftar program yang benar-benar aktif, wilayah kerja, kapasitas pelaksanaan, biaya satuan, serta bukti kegiatan terkini. Ide kesehatan di bawah adalah opsi kolaborasi yang perlu disetujui dan dirancang bersama mitra—bukan pernyataan bahwa semuanya sudah menjadi program berjalan.
Program/tema yang dapat ditawarkanRelevansi bagi klinik/RSBentuk kolaborasi awalData yang harus disiapkan
Edukasi dan literasi kesehatan masyarakat
Usulan kolaborasi
Pencegahan penyakit, edukasi keluarga, kesehatan ibu-anak, lansia, atau gaya hidup sehat.Penyuluhan komunitas, kelas kesehatan, materi edukasi yang ditinjau tenaga medis.Topik, sasaran, narasumber berizin, lokasi, jumlah peserta, evaluasi pengetahuan.
Pemeriksaan kesehatan dasar untuk kelompok rentan
Usulan kolaborasi
Memperluas akses pemeriksaan awal dan rujukan yang sesuai.Hari layanan sosial, skrining yang sesuai kewenangan, edukasi dan rujukan.Protokol klinis dari mitra, tenaga berwenang, persetujuan peserta, alur rujukan, perlindungan data.
Dukungan akses layanan bagi keluarga dhuafa
Perlu validasi kapasitas
Membantu pasien/keluarga rentan mengatasi hambatan biaya atau kebutuhan pendukung.Dana bantuan terarah atau dukungan non-tunai melalui mekanisme yang disepakati.Kriteria penerima, verifikasi, tata kelola dana, bukti penyaluran, pengamanan data.
Gizi, pangan, dan bantuan kemanusiaan
Selaras dengan tema sosial
Kolaborasi edukasi gizi, bantuan pangan untuk kelompok rentan, atau dukungan saat krisis.Paket pangan bergizi, edukasi gizi, dukungan logistik berbasis kebutuhan.Standar paket, kebutuhan penerima, pemasok, distribusi, dokumentasi yang etis.
Beasiswa dan dukungan pendidikan
Perlu konfirmasi program
Dapat dikaitkan dengan pendidikan anak keluarga rentan atau pengembangan calon tenaga pendukung sosial.Beasiswa, perlengkapan sekolah, dukungan belajar.Kriteria penerima, durasi, biaya, seleksi, indikator keberlanjutan.
Penggalangan dana untuk program sosial
Tema layanan yang disebut publik
Memudahkan rumah sakit/klinik, staf, pasien, atau pengunjung berkontribusi secara sukarela.Kampanye donasi sukarela, program employee giving, dukungan program tertentu.Persetujuan tertulis, kanal resmi, pencatatan transaksi, biaya pengelolaan jika ada, pelaporan.

Prinsip memilih program

  1. Mulai dari prioritas CSR/ESG dan kebutuhan komunitas di sekitar fasilitas kesehatan.
  2. Pilih satu program utama dan satu alternatif; hindari proposal “semua program”.
  3. Rancang sasaran, hasil, jadwal, biaya satuan, peran klinik/RS, dan indikator sebelum meminta komitmen dana.
  4. Pastikan peran medis dijalankan oleh tenaga dan fasilitas yang berwenang. Ragom Foundation berperan sebagai mitra sosial/koordinator sesuai kesepakatan.

3. Alur kerja fundraising dari awal sampai akhir

TAHAP 01Pemetaan calon mitraTAHAP 02Kualifikasi prospekTAHAP 03Pendekatan awalTAHAP 04Discovery meetingTAHAP 05Konsep & proposalTAHAP 06Presentasi & negosiasiTAHAP 07Kesepakatan & penerimaan dukunganTAHAP 08Pelaksanaan & monitoringTAHAP 09Laporan & kemitraan lanjutan
TahapOutput minimumKriteria untuk lanjut
1. PemetaanDaftar institusi, lokasi, jenis fasilitas, kontak publik, sumber data.Institusi nyata dan sesuai segmen.
2. KualifikasiSkor kecocokan, kemungkinan kebutuhan, pengambil keputusan, siklus anggaran.Skor prospek memenuhi ambang internal (mis. 6/10) atau ada alasan strategis.
3. Pendekatan awalPesan personal, nama PIC, tanggal kontak, respons.Ada respons atau jadwal follow-up yang wajar.
4. PertemuanCatatan kebutuhan, sasaran penerima manfaat, indikator, proses persetujuan.Kebutuhan dan jalur keputusan cukup jelas.
5. ProposalKonsep program, anggaran rinci, pembagian peran, indikator, risiko.Telah direview tim program dan keuangan.
6. NegosiasiVersi revisi, keputusan, syarat dukungan, jadwal.Ruang lingkup dan tanggung jawab disepakati prinsipnya.
7. KesepakatanMoU/PKS atau persetujuan tertulis, bukti penerimaan dukungan, PIC.Dokumen disetujui pejabat berwenang dan dana/barang tercatat resmi.
8. PelaksanaanRencana kerja, bukti kegiatan, monitoring, log perubahan.Program dilaksanakan sesuai persetujuan dan standar keselamatan.
9. PelaporanLaporan naratif dan keuangan, bukti keluaran, evaluasi, rekomendasi.Laporan disampaikan dan umpan balik mitra ditindaklanjuti.

4. Pembagian peran tim

PeranTanggung jawab utamaTidak boleh dilakukan sendiri
Koordinator FundraisingTarget, daftar prospek, pembagian PIC, review pipeline, eskalasi, persetujuan strategi.Menjanjikan program/anggaran di luar kewenangan.
Fundraiser / Partnership OfficerRiset, pendekatan, pertemuan, pencatatan CRM, draf konsep, tindak lanjut.Menerima uang ke rekening pribadi, memberi diskon/benefit tanpa persetujuan, menjanjikan akses pasien atau promosi medis.
Tim ProgramValidasi kebutuhan, desain intervensi, kesiapan lapangan, indikator, safeguarding.Mengubah ruang lingkup yang sudah disepakati tanpa persetujuan.
Keuangan/AdministrasiAnggaran, rekening resmi, tanda terima, pencatatan dana/barang, rekonsiliasi dan laporan.Mengeluarkan dana tanpa otorisasi dan dokumen.
Komunikasi/DokumentasiMateri presentasi, dokumentasi, publikasi, laporan visual, persetujuan penggunaan logo/foto.Mempublikasikan identitas pasien atau foto anak tanpa dasar persetujuan yang sah.
Pimpinan YayasanPersetujuan komitmen, MoU/PKS, risiko tinggi, kemitraan strategis, konflik kepentingan.Mendelegasikan penandatanganan di luar mandat resmi.

5. SOP operasional per tahap

1Pemetaan dan riset prospek

  • Bangun daftar klinik/RS berdasarkan wilayah prioritas dan jangkauan operasional yayasan.
  • Catat nama institusi, alamat, situs resmi, unit CSR/Corporate Communication/Marketing/HR/Community Relations, kontak publik, dan sumber informasi.
  • Telusuri program CSR sebelumnya, laporan keberlanjutan, berita bakti sosial, target komunitas, serta peluang kolaborasi.
  • Jangan mengumpulkan data pribadi sensitif atau menggunakan kontak yang diperoleh secara tidak sah.

2Kualifikasi dan prioritas

Beri skor 0–2 untuk masing-masing kriteria: kesesuaian tema, keberadaan kegiatan sosial/CSR, jangkauan komunitas, akses ke PIC relevan, kesiapan program yayasan. Total 10.

SkorPrioritasTindakan
8–10A · TinggiRiset mendalam, pendekatan personal, minta pertemuan.
5–7B · MenengahValidasi kebutuhan dan PIC; kirim pengantar singkat bila relevan.
0–4C · RendahMasukkan nurture list; jangan menghabiskan banyak waktu sebelum ada sinyal.

3Pendekatan pertama

  • Hubungi PIC yang relevan melalui kanal profesional yang tersedia secara publik.
  • Perkenalkan Ragom Foundation secara singkat dan spesifik, bukan mengirim lampiran besar tanpa konteks.
  • Ajukan permintaan percakapan 15–20 menit untuk memahami prioritas sosial perusahaan.
  • Catat respons dan jadwalkan tindak lanjut. Jika menolak atau meminta tidak dihubungi, hormati permintaan itu.

4Discovery meeting

Gunakan 70% waktu untuk mendengar dan 30% untuk menjelaskan. Tanyakan:

  • Apa prioritas CSR/ESG dan kelompok masyarakat yang ingin dijangkau?
  • Apakah fokusnya edukasi kesehatan, akses layanan, kelompok rentan, lingkungan, pendidikan, atau bantuan kemanusiaan?
  • Wilayah dan jumlah penerima manfaat yang menjadi prioritas?
  • Bagaimana siklus perencanaan anggaran, proses pengadaan/seleksi mitra, dan otorisasi internal?
  • Indikator apa yang dibutuhkan untuk pelaporan? Apakah ada standar branding, dokumentasi, atau evaluasi?
  • Apakah mitra lebih tertarik mendukung dana, tenaga ahli, alat/barang, tempat, logistik, atau kombinasi?

5Merancang proposal

  • Tim program menilai kelayakan, risiko, kebutuhan masyarakat, dan kapasitas implementasi.
  • Keuangan memeriksa biaya satuan, overhead yang disetujui, jadwal pencairan, serta mekanisme pertanggungjawaban.
  • Fundraiser memastikan proposal menjawab kebutuhan calon mitra, bukan hanya profil yayasan.
  • Koordinator/pimpinan memberi persetujuan internal sebelum proposal dikirim.

6Negosiasi dan persetujuan

  • Bahas sasaran, lokasi, jadwal, jumlah penerima, keluaran, indikator, biaya, publikasi, serta tanggung jawab setiap pihak.
  • Setiap perubahan lingkup atau anggaran dicatat dalam versi revisi.
  • Gunakan MoU/PKS atau persetujuan tertulis yang sesuai; jelaskan mekanisme pembatalan, perubahan jadwal, dan penanganan sisa dana/barang.
  • Jangan menyatakan kemitraan sudah pasti sebelum dokumen dan persetujuan internal lengkap.

7Penerimaan dan pengelolaan dukungan

  • Gunakan rekening dan kanal resmi yayasan; berikan instruksi pembayaran tertulis dari kanal resmi.
  • Keuangan mengeluarkan tanda terima dan mencatat sumber, tujuan, nilai, tanggal, serta pembatasan penggunaan dukungan.
  • Dukungan barang dicatat dengan jenis, kuantitas, kondisi, nilai estimasi bila diperlukan, dan bukti serah terima.
  • Pastikan donasi yang dibatasi penggunaannya disalurkan sesuai tujuan yang disepakati.

8Pelaksanaan dan pelaporan

  • Lakukan briefing lintas tim dan tetapkan PIC, jadwal, protokol keselamatan, rencana dokumentasi, serta jalur eskalasi.
  • Catat realisasi, partisipasi, kendala, perubahan, keluaran, dan bukti pendukung.
  • Kirim laporan sesuai tenggat yang disepakati; jika ada keterlambatan atau penyimpangan, beri tahu mitra lebih awal dan usulkan tindakan korektif.
  • Jadwalkan evaluasi dan diskusi kelanjutan kemitraan setelah laporan diterima.

6. Strategi khusus untuk klinik dan rumah sakit

Klinik mandiri / jaringan klinik

Mulai dari program yang ringan, dekat dengan komunitas, dan mudah dievaluasi.

  • Edukasi kesehatan di komunitas sekitar.
  • Skrining dasar sesuai kemampuan dan kewenangan klinik.
  • Program kesehatan keluarga, lansia, atau kelompok pekerja rentan.
  • Dukungan barang atau biaya operasional kegiatan sosial yang terukur.

Pitch: “Kolaborasi lokal yang terukur, dengan pelaksanaan sederhana dan laporan yang jelas.”

Rumah sakit swasta / grup RS

Siapkan proposal lebih formal dan selaras dengan prioritas CSR/ESG, reputasi institusi, dan dampak komunitas.

  • Program lintas wilayah atau kemitraan multi-tahun.
  • Edukasi dan pencegahan penyakit dengan tenaga medis mitra.
  • Dukungan akses layanan kelompok rentan melalui skema transparan.
  • Employee volunteering atau penggalangan dana sukarela.

Pitch: “Kemitraan sosial yang dirancang bersama, punya indikator, tata kelola, dan laporan dampak.”

Rumah sakit pendidikan / jejaring spesialis

  • Diskusi kesehatan publik yang ditinjau ahli.
  • Relawan profesional sesuai kebijakan institusi.
  • Program edukasi berbasis bukti dan rujukan yang aman.

Pastikan seluruh layanan klinis dilakukan oleh tenaga berwenang dan sesuai aturan institusi.

Grup klinik / laboratorium / diagnostik

  • Edukasi pencegahan dan deteksi dini.
  • Dukungan pemeriksaan sosial sesuai kapasitas dan ketentuan yang berlaku.
  • Program literasi hasil pemeriksaan yang ditangani tenaga profesional.

Hindari klaim medis atau janji hasil kesehatan yang tidak didukung bukti.

Siapa yang perlu dihubungi?

Urutan yang disarankan: unit CSR/ESG atau Corporate Communication bila ada → Direksi/Manajemen Rumah Sakit atau pemilik klinik → Humas/Marketing/Community Relations → HR untuk employee volunteering → Komite/tenaga medis untuk validasi teknis setelah ada sponsor internal.

Catatan strategi: jangan langsung menganggap bagian Marketing sebagai pemilik anggaran CSR. Tanyakan siapa pemilik program dan bagaimana proses persetujuannya.

7. Skrip pendekatan yang bisa digunakan

A. Pesan WhatsApp / email pengantar

Selamat pagi/siang, Bapak/Ibu [Nama]. Perkenalkan, saya [Nama] dari Ragom Foundation. Kami mengembangkan kolaborasi sosial yang berfokus pada [program yang sudah dikonfirmasi aktif] dan ingin menjajaki peluang kerja sama dengan [Nama Klinik/Rumah Sakit] untuk memberi manfaat bagi masyarakat. Kami tidak ingin langsung mengirim proposal generik. Kami berharap dapat berdiskusi sekitar 15–20 menit untuk memahami prioritas CSR atau kegiatan sosial yang sedang dikembangkan oleh [Nama Institusi], lalu melihat apakah ada program yang relevan untuk dirancang bersama. Apakah Bapak/Ibu merupakan PIC yang tepat untuk diskusi ini, atau ada rekan yang sebaiknya kami hubungi? Terima kasih.

B. Pembuka telepon

“Selamat pagi/siang, saya [Nama] dari Ragom Foundation. Kami ingin mencari PIC yang menangani CSR, hubungan masyarakat, atau program sosial di [Nama Institusi]. Tujuan kami ingin menjajaki kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Boleh dibantu diarahkan ke unit atau kontak yang tepat?”

C. Follow-up setelah pertemuan

Terima kasih atas waktu dan diskusi Bapak/Ibu hari ini. Kami mencatat bahwa prioritas yang paling relevan adalah [prioritas], dengan sasaran [kelompok/wilayah] dan pertimbangan [indikator/proses internal]. Kami akan menyiapkan konsep awal yang memuat tujuan, bentuk kolaborasi, keluaran terukur, pembagian peran, jadwal, dan anggaran indikatif untuk ditinjau bersama. Apakah ada format atau dokumen khusus yang perlu kami ikuti?

D. Menjawab “Kirim proposal saja”

Tentu, Bapak/Ibu. Agar proposalnya relevan, boleh kami mengetahui satu hal terlebih dahulu: saat ini prioritas kegiatan sosial/CSR institusi lebih dekat ke edukasi kesehatan, dukungan kelompok rentan, bantuan kemanusiaan, pendidikan, atau tema lainnya? Kami akan menyesuaikan konsep dan mengirimkan ringkasan singkat untuk ditinjau.

E. Follow-up jika belum ada respons

Selamat pagi/siang, Bapak/Ibu [Nama]. Saya menindaklanjuti pesan sebelumnya terkait kemungkinan kolaborasi sosial antara [Nama Institusi] dan Ragom Foundation. Jika saat ini belum menjadi prioritas, tidak apa-apa. Jika berkenan, mohon arahan apakah ada waktu yang lebih tepat atau PIC yang sesuai untuk kami hubungi. Terima kasih.

Saran ritme: tindak lanjut pertama sekitar 3–5 hari kerja setelah pesan awal; tindak lanjut kedua 5–7 hari kerja kemudian. Sesuaikan dengan respons, urgensi, dan kebijakan institusi. Hindari pesan berulang yang mengganggu.

8. Struktur proposal CSR yang disarankan

  1. Ringkasan eksekutif: masalah, solusi, kebutuhan dukungan, dan manfaat sosial dalam satu halaman.
  2. Profil Ragom Foundation: legalitas, mandat, wilayah, rekam jejak terverifikasi, tata kelola dan kontak resmi.
  3. Latar belakang kebutuhan: data yang relevan, sumber data, konteks wilayah dan kelompok sasaran.
  4. Tujuan dan sasaran: tujuan spesifik, kelompok penerima manfaat, lokasi dan durasi.
  5. Desain kegiatan: aktivitas, jadwal, metode, jumlah target dan mekanisme seleksi penerima.
  6. Peran mitra: dukungan dana/barang/tenaga/tempat, kewenangan medis bila relevan, PIC masing-masing pihak.
  7. Anggaran: rincian kuantitas × biaya satuan, biaya pendukung, asumsi, dan jadwal pencairan.
  8. Pengukuran dampak: indikator output dan outcome, metode pengumpulan data, baseline bila tersedia.
  9. Risiko dan mitigasi: keselamatan, cuaca, izin, privasi, keterbatasan layanan, perubahan biaya dan rencana kontingensi.
  10. Pelaporan dan komunikasi: jadwal laporan, bukti transaksi, dokumentasi, persetujuan logo/foto dan publikasi.
  11. Keberlanjutan: opsi replikasi, dukungan lanjutan, atau exit plan.
  12. Lampiran: dokumen legal yang relevan, profil tim, bukti kegiatan terdahulu yang terverifikasi, dan rekening resmi melalui kanal aman.
Jangan mencantumkan angka dampak, jumlah penerima manfaat, sertifikasi, mitra, atau hasil kegiatan yang tidak dapat diverifikasi. Jangan menjanjikan eksposur media, pasien, rujukan, atau manfaat komersial sebagai imbalan atas donasi.

9. KPI, target awal, dan manajemen pipeline

Angka berikut merupakan target awal untuk diuji, bukan tolok ukur universal. Sesuaikan setelah 6–8 minggu berdasarkan ukuran tim, wilayah, kualitas prospek, dan siklus pengambilan keputusan.

20–30prospek baru tervalidasi / fundraiser / bulan
8–12percakapan bermakna / bulan
4–6pertemuan discovery / bulan
2–4proposal berkualitas / bulan

Indikator yang harus dipantau

KPIDefinisiFrekuensi
Prospek tervalidasiInstitusi relevan dengan data dasar dan PIC/unit sasaran yang jelas.Mingguan
Response rateProspek yang merespons ÷ prospek yang berhasil dihubungi.Mingguan/bulanan
Meeting conversionPertemuan yang terjadi ÷ percakapan bermakna.Bulanan
Proposal-to-commitmentProposal yang menjadi komitmen tertulis ÷ proposal yang diajukan.Bulanan/kuartalan
Nilai dukungan disepakatiNilai dana/barang/jasa yang telah terdokumentasi; pisahkan prospek dari realisasi.Bulanan
Ketepatan laporanPersentase laporan yang disampaikan sesuai tenggat.Bulanan/akhir program
Retensi mitraMitra yang kembali mendukung atau membahas program lanjutan.Kuartalan/tahunan

Kolom minimum CRM / spreadsheet

Nama institusi · jenis fasilitas · wilayah · situs resmi · nama PIC · jabatan/unit · sumber kontak · skor prospek · program yang relevan · tanggal kontak terakhir · status pipeline · nilai indikatif · kebutuhan/keberatan · tindakan berikutnya · tenggat follow-up · fundraiser PIC · alasan kalah/ditunda.

10. Checklist harian dan dokumen kontrol

Checklist sebelum menghubungi prospek

Checklist sebelum proposal dikirim

Checklist penutupan program

Checklist dapat dicentang saat digunakan. Status centang tidak disimpan otomatis setelah halaman ditutup.

11. Etika, perlindungan data, dan batas kewenangan

  • Privasi pasien: jangan meminta atau membagikan rekam medis, daftar pasien, hasil pemeriksaan, atau data sensitif untuk kepentingan fundraising. Gunakan data agregat yang sah dan seperlunya.
  • Persetujuan dokumentasi: dapatkan persetujuan yang sesuai sebelum mengambil atau memublikasikan foto, cerita, nama, atau identitas penerima manfaat; perlindungan khusus diperlukan untuk anak dan kelompok rentan.
  • Integritas penggalangan dana: tidak ada komisi pribadi, rekening pribadi, hadiah yang memengaruhi keputusan, atau klaim palsu. Semua dukungan melewati kanal resmi dan pencatatan yang dapat diaudit.
  • Independensi klinis: donasi tidak boleh dijadikan syarat untuk memperoleh layanan, rujukan, atau perlakuan tertentu. Jangan menjanjikan pasien/rujukan atau akses komersial kepada mitra.
  • Kewenangan medis: diagnosis, tindakan, skrining, dan saran medis dilakukan oleh tenaga berwenang sesuai standar dan aturan yang berlaku. Yayasan tidak menggantikan tanggung jawab klinis fasilitas kesehatan.
  • Penggunaan logo dan publikasi: harus mendapat persetujuan tertulis; publikasi menyampaikan kontribusi secara akurat tanpa mengeksploitasi penerima manfaat.
  • Konflik kepentingan: laporkan hubungan pribadi/keuangan dengan calon mitra atau vendor kepada koordinator.
  • Pengaduan dan insiden: catat, lindungi pihak terdampak, eskalasi kepada pimpinan, dan hentikan kegiatan jika keselamatan atau kepatuhan terancam.

Rencana implementasi 30 hari

PeriodeFokusHasil yang diharapkan
Minggu 1Konfirmasi program aktif, legalitas, wilayah kerja, bukti dampak, kapasitas tim, anggaran satuan dan materi profil.Daftar program yang siap ditawarkan dan paket dokumen resmi.
Minggu 2Susun daftar 30–50 prospek klinik/RS pada wilayah prioritas; beri skor dan tentukan PIC.Pipeline awal dengan prioritas A/B/C.
Minggu 3Mulai pendekatan personal, lakukan discovery meeting, catat kebutuhan.Umpan balik pasar dan daftar kebutuhan calon mitra.
Minggu 4Susun 2–4 konsep proposal yang disesuaikan; review dan presentasikan kepada prospek yang memenuhi syarat.Proposal berkualitas, rencana tindak lanjut, dan evaluasi proses.
Keputusan awal yang perlu ditetapkan pimpinan: (1) program mana yang benar-benar siap ditawarkan, (2) wilayah target, (3) nilai minimum/maksimum kerja sama, (4) pejabat yang berwenang menyetujui proposal dan menandatangani PKS, serta (5) standar laporan dan waktu penyampaiannya.