1. Tujuan, ruang lingkup, dan prinsip kerja
Tujuan SOP ini adalah membuat fundraising berjalan konsisten, terukur, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat—bukan sekadar mengirim proposal sebanyak-banyaknya.
Tujuan operasional
- Menghasilkan prospek perusahaan yang relevan.
- Mengubah percakapan menjadi pertemuan dan rancangan kolaborasi.
- Mengamankan komitmen dukungan tertulis dan sumber daya.
- Memastikan program, dana, dan hasil dilaporkan.
Prinsip wajib
- Berangkat dari kebutuhan masyarakat dan prioritas mitra.
- Transparan mengenai anggaran, keluaran, dan batas kemampuan.
- Tidak menjanjikan dampak yang belum bisa dibuktikan.
- Melindungi privasi, martabat, dan keselamatan penerima manfaat.
2. Peta program dan pilihan penawaran
Materi publik Ragom Foundation yang ditemukan menempatkan lembaga pada ranah pendidikan, pemberdayaan masyarakat, aksi kemanusiaan, pengelolaan dana sosial, penghimpunan donasi, kurban, berbagi untuk dhuafa, dan beasiswa. Rujukan awal: halaman CSR Ragom Foundation.
| Program/tema yang dapat ditawarkan | Relevansi bagi klinik/RS | Bentuk kolaborasi awal | Data yang harus disiapkan |
|---|---|---|---|
| Edukasi dan literasi kesehatan masyarakat Usulan kolaborasi | Pencegahan penyakit, edukasi keluarga, kesehatan ibu-anak, lansia, atau gaya hidup sehat. | Penyuluhan komunitas, kelas kesehatan, materi edukasi yang ditinjau tenaga medis. | Topik, sasaran, narasumber berizin, lokasi, jumlah peserta, evaluasi pengetahuan. |
| Pemeriksaan kesehatan dasar untuk kelompok rentan Usulan kolaborasi | Memperluas akses pemeriksaan awal dan rujukan yang sesuai. | Hari layanan sosial, skrining yang sesuai kewenangan, edukasi dan rujukan. | Protokol klinis dari mitra, tenaga berwenang, persetujuan peserta, alur rujukan, perlindungan data. |
| Dukungan akses layanan bagi keluarga dhuafa Perlu validasi kapasitas | Membantu pasien/keluarga rentan mengatasi hambatan biaya atau kebutuhan pendukung. | Dana bantuan terarah atau dukungan non-tunai melalui mekanisme yang disepakati. | Kriteria penerima, verifikasi, tata kelola dana, bukti penyaluran, pengamanan data. |
| Gizi, pangan, dan bantuan kemanusiaan Selaras dengan tema sosial | Kolaborasi edukasi gizi, bantuan pangan untuk kelompok rentan, atau dukungan saat krisis. | Paket pangan bergizi, edukasi gizi, dukungan logistik berbasis kebutuhan. | Standar paket, kebutuhan penerima, pemasok, distribusi, dokumentasi yang etis. |
| Beasiswa dan dukungan pendidikan Perlu konfirmasi program | Dapat dikaitkan dengan pendidikan anak keluarga rentan atau pengembangan calon tenaga pendukung sosial. | Beasiswa, perlengkapan sekolah, dukungan belajar. | Kriteria penerima, durasi, biaya, seleksi, indikator keberlanjutan. |
| Penggalangan dana untuk program sosial Tema layanan yang disebut publik | Memudahkan rumah sakit/klinik, staf, pasien, atau pengunjung berkontribusi secara sukarela. | Kampanye donasi sukarela, program employee giving, dukungan program tertentu. | Persetujuan tertulis, kanal resmi, pencatatan transaksi, biaya pengelolaan jika ada, pelaporan. |
Prinsip memilih program
- Mulai dari prioritas CSR/ESG dan kebutuhan komunitas di sekitar fasilitas kesehatan.
- Pilih satu program utama dan satu alternatif; hindari proposal “semua program”.
- Rancang sasaran, hasil, jadwal, biaya satuan, peran klinik/RS, dan indikator sebelum meminta komitmen dana.
- Pastikan peran medis dijalankan oleh tenaga dan fasilitas yang berwenang. Ragom Foundation berperan sebagai mitra sosial/koordinator sesuai kesepakatan.
3. Alur kerja fundraising dari awal sampai akhir
| Tahap | Output minimum | Kriteria untuk lanjut |
|---|---|---|
| 1. Pemetaan | Daftar institusi, lokasi, jenis fasilitas, kontak publik, sumber data. | Institusi nyata dan sesuai segmen. |
| 2. Kualifikasi | Skor kecocokan, kemungkinan kebutuhan, pengambil keputusan, siklus anggaran. | Skor prospek memenuhi ambang internal (mis. 6/10) atau ada alasan strategis. |
| 3. Pendekatan awal | Pesan personal, nama PIC, tanggal kontak, respons. | Ada respons atau jadwal follow-up yang wajar. |
| 4. Pertemuan | Catatan kebutuhan, sasaran penerima manfaat, indikator, proses persetujuan. | Kebutuhan dan jalur keputusan cukup jelas. |
| 5. Proposal | Konsep program, anggaran rinci, pembagian peran, indikator, risiko. | Telah direview tim program dan keuangan. |
| 6. Negosiasi | Versi revisi, keputusan, syarat dukungan, jadwal. | Ruang lingkup dan tanggung jawab disepakati prinsipnya. |
| 7. Kesepakatan | MoU/PKS atau persetujuan tertulis, bukti penerimaan dukungan, PIC. | Dokumen disetujui pejabat berwenang dan dana/barang tercatat resmi. |
| 8. Pelaksanaan | Rencana kerja, bukti kegiatan, monitoring, log perubahan. | Program dilaksanakan sesuai persetujuan dan standar keselamatan. |
| 9. Pelaporan | Laporan naratif dan keuangan, bukti keluaran, evaluasi, rekomendasi. | Laporan disampaikan dan umpan balik mitra ditindaklanjuti. |
4. Pembagian peran tim
| Peran | Tanggung jawab utama | Tidak boleh dilakukan sendiri |
|---|---|---|
| Koordinator Fundraising | Target, daftar prospek, pembagian PIC, review pipeline, eskalasi, persetujuan strategi. | Menjanjikan program/anggaran di luar kewenangan. |
| Fundraiser / Partnership Officer | Riset, pendekatan, pertemuan, pencatatan CRM, draf konsep, tindak lanjut. | Menerima uang ke rekening pribadi, memberi diskon/benefit tanpa persetujuan, menjanjikan akses pasien atau promosi medis. |
| Tim Program | Validasi kebutuhan, desain intervensi, kesiapan lapangan, indikator, safeguarding. | Mengubah ruang lingkup yang sudah disepakati tanpa persetujuan. |
| Keuangan/Administrasi | Anggaran, rekening resmi, tanda terima, pencatatan dana/barang, rekonsiliasi dan laporan. | Mengeluarkan dana tanpa otorisasi dan dokumen. |
| Komunikasi/Dokumentasi | Materi presentasi, dokumentasi, publikasi, laporan visual, persetujuan penggunaan logo/foto. | Mempublikasikan identitas pasien atau foto anak tanpa dasar persetujuan yang sah. |
| Pimpinan Yayasan | Persetujuan komitmen, MoU/PKS, risiko tinggi, kemitraan strategis, konflik kepentingan. | Mendelegasikan penandatanganan di luar mandat resmi. |
5. SOP operasional per tahap
1Pemetaan dan riset prospek
- Bangun daftar klinik/RS berdasarkan wilayah prioritas dan jangkauan operasional yayasan.
- Catat nama institusi, alamat, situs resmi, unit CSR/Corporate Communication/Marketing/HR/Community Relations, kontak publik, dan sumber informasi.
- Telusuri program CSR sebelumnya, laporan keberlanjutan, berita bakti sosial, target komunitas, serta peluang kolaborasi.
- Jangan mengumpulkan data pribadi sensitif atau menggunakan kontak yang diperoleh secara tidak sah.
2Kualifikasi dan prioritas
Beri skor 0–2 untuk masing-masing kriteria: kesesuaian tema, keberadaan kegiatan sosial/CSR, jangkauan komunitas, akses ke PIC relevan, kesiapan program yayasan. Total 10.
| Skor | Prioritas | Tindakan |
|---|---|---|
| 8–10 | A · Tinggi | Riset mendalam, pendekatan personal, minta pertemuan. |
| 5–7 | B · Menengah | Validasi kebutuhan dan PIC; kirim pengantar singkat bila relevan. |
| 0–4 | C · Rendah | Masukkan nurture list; jangan menghabiskan banyak waktu sebelum ada sinyal. |
3Pendekatan pertama
- Hubungi PIC yang relevan melalui kanal profesional yang tersedia secara publik.
- Perkenalkan Ragom Foundation secara singkat dan spesifik, bukan mengirim lampiran besar tanpa konteks.
- Ajukan permintaan percakapan 15–20 menit untuk memahami prioritas sosial perusahaan.
- Catat respons dan jadwalkan tindak lanjut. Jika menolak atau meminta tidak dihubungi, hormati permintaan itu.
4Discovery meeting
Gunakan 70% waktu untuk mendengar dan 30% untuk menjelaskan. Tanyakan:
- Apa prioritas CSR/ESG dan kelompok masyarakat yang ingin dijangkau?
- Apakah fokusnya edukasi kesehatan, akses layanan, kelompok rentan, lingkungan, pendidikan, atau bantuan kemanusiaan?
- Wilayah dan jumlah penerima manfaat yang menjadi prioritas?
- Bagaimana siklus perencanaan anggaran, proses pengadaan/seleksi mitra, dan otorisasi internal?
- Indikator apa yang dibutuhkan untuk pelaporan? Apakah ada standar branding, dokumentasi, atau evaluasi?
- Apakah mitra lebih tertarik mendukung dana, tenaga ahli, alat/barang, tempat, logistik, atau kombinasi?
5Merancang proposal
- Tim program menilai kelayakan, risiko, kebutuhan masyarakat, dan kapasitas implementasi.
- Keuangan memeriksa biaya satuan, overhead yang disetujui, jadwal pencairan, serta mekanisme pertanggungjawaban.
- Fundraiser memastikan proposal menjawab kebutuhan calon mitra, bukan hanya profil yayasan.
- Koordinator/pimpinan memberi persetujuan internal sebelum proposal dikirim.
6Negosiasi dan persetujuan
- Bahas sasaran, lokasi, jadwal, jumlah penerima, keluaran, indikator, biaya, publikasi, serta tanggung jawab setiap pihak.
- Setiap perubahan lingkup atau anggaran dicatat dalam versi revisi.
- Gunakan MoU/PKS atau persetujuan tertulis yang sesuai; jelaskan mekanisme pembatalan, perubahan jadwal, dan penanganan sisa dana/barang.
- Jangan menyatakan kemitraan sudah pasti sebelum dokumen dan persetujuan internal lengkap.
7Penerimaan dan pengelolaan dukungan
- Gunakan rekening dan kanal resmi yayasan; berikan instruksi pembayaran tertulis dari kanal resmi.
- Keuangan mengeluarkan tanda terima dan mencatat sumber, tujuan, nilai, tanggal, serta pembatasan penggunaan dukungan.
- Dukungan barang dicatat dengan jenis, kuantitas, kondisi, nilai estimasi bila diperlukan, dan bukti serah terima.
- Pastikan donasi yang dibatasi penggunaannya disalurkan sesuai tujuan yang disepakati.
8Pelaksanaan dan pelaporan
- Lakukan briefing lintas tim dan tetapkan PIC, jadwal, protokol keselamatan, rencana dokumentasi, serta jalur eskalasi.
- Catat realisasi, partisipasi, kendala, perubahan, keluaran, dan bukti pendukung.
- Kirim laporan sesuai tenggat yang disepakati; jika ada keterlambatan atau penyimpangan, beri tahu mitra lebih awal dan usulkan tindakan korektif.
- Jadwalkan evaluasi dan diskusi kelanjutan kemitraan setelah laporan diterima.
6. Strategi khusus untuk klinik dan rumah sakit
Klinik mandiri / jaringan klinik
Mulai dari program yang ringan, dekat dengan komunitas, dan mudah dievaluasi.
- Edukasi kesehatan di komunitas sekitar.
- Skrining dasar sesuai kemampuan dan kewenangan klinik.
- Program kesehatan keluarga, lansia, atau kelompok pekerja rentan.
- Dukungan barang atau biaya operasional kegiatan sosial yang terukur.
Pitch: “Kolaborasi lokal yang terukur, dengan pelaksanaan sederhana dan laporan yang jelas.”
Rumah sakit swasta / grup RS
Siapkan proposal lebih formal dan selaras dengan prioritas CSR/ESG, reputasi institusi, dan dampak komunitas.
- Program lintas wilayah atau kemitraan multi-tahun.
- Edukasi dan pencegahan penyakit dengan tenaga medis mitra.
- Dukungan akses layanan kelompok rentan melalui skema transparan.
- Employee volunteering atau penggalangan dana sukarela.
Pitch: “Kemitraan sosial yang dirancang bersama, punya indikator, tata kelola, dan laporan dampak.”
Rumah sakit pendidikan / jejaring spesialis
- Diskusi kesehatan publik yang ditinjau ahli.
- Relawan profesional sesuai kebijakan institusi.
- Program edukasi berbasis bukti dan rujukan yang aman.
Pastikan seluruh layanan klinis dilakukan oleh tenaga berwenang dan sesuai aturan institusi.
Grup klinik / laboratorium / diagnostik
- Edukasi pencegahan dan deteksi dini.
- Dukungan pemeriksaan sosial sesuai kapasitas dan ketentuan yang berlaku.
- Program literasi hasil pemeriksaan yang ditangani tenaga profesional.
Hindari klaim medis atau janji hasil kesehatan yang tidak didukung bukti.
Siapa yang perlu dihubungi?
Urutan yang disarankan: unit CSR/ESG atau Corporate Communication bila ada → Direksi/Manajemen Rumah Sakit atau pemilik klinik → Humas/Marketing/Community Relations → HR untuk employee volunteering → Komite/tenaga medis untuk validasi teknis setelah ada sponsor internal.
7. Skrip pendekatan yang bisa digunakan
A. Pesan WhatsApp / email pengantar
B. Pembuka telepon
C. Follow-up setelah pertemuan
D. Menjawab “Kirim proposal saja”
E. Follow-up jika belum ada respons
Saran ritme: tindak lanjut pertama sekitar 3–5 hari kerja setelah pesan awal; tindak lanjut kedua 5–7 hari kerja kemudian. Sesuaikan dengan respons, urgensi, dan kebijakan institusi. Hindari pesan berulang yang mengganggu.
8. Struktur proposal CSR yang disarankan
- Ringkasan eksekutif: masalah, solusi, kebutuhan dukungan, dan manfaat sosial dalam satu halaman.
- Profil Ragom Foundation: legalitas, mandat, wilayah, rekam jejak terverifikasi, tata kelola dan kontak resmi.
- Latar belakang kebutuhan: data yang relevan, sumber data, konteks wilayah dan kelompok sasaran.
- Tujuan dan sasaran: tujuan spesifik, kelompok penerima manfaat, lokasi dan durasi.
- Desain kegiatan: aktivitas, jadwal, metode, jumlah target dan mekanisme seleksi penerima.
- Peran mitra: dukungan dana/barang/tenaga/tempat, kewenangan medis bila relevan, PIC masing-masing pihak.
- Anggaran: rincian kuantitas × biaya satuan, biaya pendukung, asumsi, dan jadwal pencairan.
- Pengukuran dampak: indikator output dan outcome, metode pengumpulan data, baseline bila tersedia.
- Risiko dan mitigasi: keselamatan, cuaca, izin, privasi, keterbatasan layanan, perubahan biaya dan rencana kontingensi.
- Pelaporan dan komunikasi: jadwal laporan, bukti transaksi, dokumentasi, persetujuan logo/foto dan publikasi.
- Keberlanjutan: opsi replikasi, dukungan lanjutan, atau exit plan.
- Lampiran: dokumen legal yang relevan, profil tim, bukti kegiatan terdahulu yang terverifikasi, dan rekening resmi melalui kanal aman.
9. KPI, target awal, dan manajemen pipeline
Angka berikut merupakan target awal untuk diuji, bukan tolok ukur universal. Sesuaikan setelah 6–8 minggu berdasarkan ukuran tim, wilayah, kualitas prospek, dan siklus pengambilan keputusan.
Indikator yang harus dipantau
| KPI | Definisi | Frekuensi |
|---|---|---|
| Prospek tervalidasi | Institusi relevan dengan data dasar dan PIC/unit sasaran yang jelas. | Mingguan |
| Response rate | Prospek yang merespons ÷ prospek yang berhasil dihubungi. | Mingguan/bulanan |
| Meeting conversion | Pertemuan yang terjadi ÷ percakapan bermakna. | Bulanan |
| Proposal-to-commitment | Proposal yang menjadi komitmen tertulis ÷ proposal yang diajukan. | Bulanan/kuartalan |
| Nilai dukungan disepakati | Nilai dana/barang/jasa yang telah terdokumentasi; pisahkan prospek dari realisasi. | Bulanan |
| Ketepatan laporan | Persentase laporan yang disampaikan sesuai tenggat. | Bulanan/akhir program |
| Retensi mitra | Mitra yang kembali mendukung atau membahas program lanjutan. | Kuartalan/tahunan |
Kolom minimum CRM / spreadsheet
Nama institusi · jenis fasilitas · wilayah · situs resmi · nama PIC · jabatan/unit · sumber kontak · skor prospek · program yang relevan · tanggal kontak terakhir · status pipeline · nilai indikatif · kebutuhan/keberatan · tindakan berikutnya · tenggat follow-up · fundraiser PIC · alasan kalah/ditunda.
10. Checklist harian dan dokumen kontrol
Checklist sebelum menghubungi prospek
Checklist sebelum proposal dikirim
Checklist penutupan program
Checklist dapat dicentang saat digunakan. Status centang tidak disimpan otomatis setelah halaman ditutup.
11. Etika, perlindungan data, dan batas kewenangan
- Privasi pasien: jangan meminta atau membagikan rekam medis, daftar pasien, hasil pemeriksaan, atau data sensitif untuk kepentingan fundraising. Gunakan data agregat yang sah dan seperlunya.
- Persetujuan dokumentasi: dapatkan persetujuan yang sesuai sebelum mengambil atau memublikasikan foto, cerita, nama, atau identitas penerima manfaat; perlindungan khusus diperlukan untuk anak dan kelompok rentan.
- Integritas penggalangan dana: tidak ada komisi pribadi, rekening pribadi, hadiah yang memengaruhi keputusan, atau klaim palsu. Semua dukungan melewati kanal resmi dan pencatatan yang dapat diaudit.
- Independensi klinis: donasi tidak boleh dijadikan syarat untuk memperoleh layanan, rujukan, atau perlakuan tertentu. Jangan menjanjikan pasien/rujukan atau akses komersial kepada mitra.
- Kewenangan medis: diagnosis, tindakan, skrining, dan saran medis dilakukan oleh tenaga berwenang sesuai standar dan aturan yang berlaku. Yayasan tidak menggantikan tanggung jawab klinis fasilitas kesehatan.
- Penggunaan logo dan publikasi: harus mendapat persetujuan tertulis; publikasi menyampaikan kontribusi secara akurat tanpa mengeksploitasi penerima manfaat.
- Konflik kepentingan: laporkan hubungan pribadi/keuangan dengan calon mitra atau vendor kepada koordinator.
- Pengaduan dan insiden: catat, lindungi pihak terdampak, eskalasi kepada pimpinan, dan hentikan kegiatan jika keselamatan atau kepatuhan terancam.
Rencana implementasi 30 hari
| Periode | Fokus | Hasil yang diharapkan |
|---|---|---|
| Minggu 1 | Konfirmasi program aktif, legalitas, wilayah kerja, bukti dampak, kapasitas tim, anggaran satuan dan materi profil. | Daftar program yang siap ditawarkan dan paket dokumen resmi. |
| Minggu 2 | Susun daftar 30–50 prospek klinik/RS pada wilayah prioritas; beri skor dan tentukan PIC. | Pipeline awal dengan prioritas A/B/C. |
| Minggu 3 | Mulai pendekatan personal, lakukan discovery meeting, catat kebutuhan. | Umpan balik pasar dan daftar kebutuhan calon mitra. |
| Minggu 4 | Susun 2–4 konsep proposal yang disesuaikan; review dan presentasikan kepada prospek yang memenuhi syarat. | Proposal berkualitas, rencana tindak lanjut, dan evaluasi proses. |